Temanggung — Di tengah senja yang hangat, tiga relawan Resik Resik Masjid (RRM) Indonesia tampak melangkah memasuki area masjid dengan membawa peralatan kebersihan di tangan mereka. Bukan untuk bekerja demi upah, melainkan menjalankan pengabdian yang lahir dari ketulusan dan kepedulian terhadap rumah Allah.
Dengan sapu, alat pel, dan mesin penyedot debu, para relawan ini memulai aktivitas membersihkan masjid—mulai dari lantai, sudut-sudut ruangan, hingga area yang kerap luput dari perhatian. Pemandangan sederhana ini justru menghadirkan makna yang mendalam: bahwa memuliakan masjid tidak selalu membutuhkan hal besar, tetapi niat yang lurus dan konsistensi dalam berbuat kebaikan.
Gerakan Resik Resik Masjid Indonesia dikenal sebagai komunitas relawan yang fokus pada kebersihan dan kenyamanan masjid di berbagai daerah. Tanpa membawa atribut berlebihan, para relawan hadir dengan semangat gotong royong dan nilai keikhlasan sebagai landasan utama.
Salah satu relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga bentuk dakwah sosial. “Kami ingin masjid terasa nyaman, bersih, dan membuat jamaah lebih khusyuk dalam beribadah. Jika masjid terawat, insyaAllah semangat memakmurkannya juga akan tumbuh,” ujarnya.
Aksi ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar dan pengurus masjid. Kehadiran relawan RRM dinilai membantu sekaligus menginspirasi warga untuk ikut menjaga kebersihan masjid secara berkelanjutan.
Melalui gerakan sederhana namun konsisten ini, Resik Resik Masjid Indonesia terus menegaskan bahwa amal jariyah bisa dimulai dari hal paling dekat—menyapu lantai masjid, membersihkan debu, dan menghadirkan kenyamanan bagi setiap sujud umat.
Bagikan Berita Ini